Ayah
Waalaikumsalam WR WB.
Hadirin yang saya hormati,
Pada kesempatan yang penuh berkah ini, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua yang telah hadir untuk mendengarkan sedikit cerita dari saya. Hari ini, saya akan membicarakan sosok yang sangat berarti dalam hidup saya, seseorang yang selalu menjadi inspirasi dan teladan bagi saya, yaitu ayah saya, Rusdy Pramana Suryanagara. Beliau adalah seorang perwira menengah di Kepolisian Republik Indonesia (Polri), yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk melayani dan melindungi masyarakat dengan penuh tanggung jawab dan integritas.
Ayah saya, Rusdy Pramana Suryanagara, lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada tanggal 28 Mei 1979. Beliau merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2000. Sejak menyelesaikan pendidikan di Akpol, beliau memulai perjalanan panjang dalam karier kepolisian yang penuh tantangan. Dengan ketekunan dan komitmen, beliau telah menunjukkan dedikasi yang luar biasa dalam menjalankan tugasnya di berbagai daerah dan posisi yang berbeda-beda. Setiap peran yang beliau emban selalu beliau jalani dengan sepenuh hati, menjadikan beliau sosok yang dihormati di lingkungan kerjanya.
Ayah saya memiliki pengalaman luas, terutama di bidang lalu lintas. Salah satu penugasan awal beliau adalah sebagai Kapolsek Sorong Timur, sebuah posisi yang menuntut beliau untuk memahami kebutuhan masyarakat setempat serta menjaga ketertiban dan keamanan wilayahnya. Pada tahun 2012, beliau diangkat menjadi Kepala Bagian Operasi (Kabagops) di Polres Sorong Kota, di mana beliau berperan penting dalam merancang strategi keamanan wilayah yang efektif dan efisien. Selain itu, beliau juga pernah menduduki posisi sebagai Koorspripim di Polda Sulawesi Selatan, sebuah jabatan yang membutuhkan ketelitian dan kesigapan luar biasa dalam mengkoordinasikan berbagai aktivitas dan kebutuhan kepolisian di wilayah tersebut.
Pada tahun 2017 hingga 2019, ayah saya diangkat menjadi Kapolres Cimahi, sebuah jabatan penting yang memungkinkan beliau berkontribusi lebih besar dalam menjaga ketertiban masyarakat di kota Cimahi. Di sana, beliau terlibat langsung dalam berbagai upaya peningkatan keamanan dan menginisiasi sejumlah program yang bermanfaat bagi masyarakat. Jabatan lain yang pernah beliau pegang juga mencakup Wakapolres Metro Jakarta Timur, Wakapolres Metro Jakarta Barat, serta Wadirlantas Polda Metro Jaya, di mana beliau turut serta dalam menyusun kebijakan-kebijakan penting di bidang lalu lintas. Pada tahun 2023, beliau dipercaya menjadi Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) di Polda Maluku, sebuah pencapaian besar yang menegaskan kualitas kepemimpinan dan kemampuan beliau dalam menjalankan tugas-tugas kepolisian.
Selain menjalankan tugasnya di kepolisian, ayah saya memiliki hobi berlari dan berolahraga di gym, yang sangat membantu beliau menjaga kebugaran dan kesehatan. Beliau juga sangat disiplin dalam menjaga pola hidup sehat, yang menjadi teladan bagi kami sekeluarga. Di luar kehidupan profesionalnya, ayah saya memiliki rekam jejak pendidikan yang membanggakan. Beliau menempuh pendidikan dasar di SD 1 Kenang Sari dan melanjutkan ke SMP Negeri 12, di mana beliau sudah menunjukkan jiwa kepemimpinan sejak muda dengan menjadi Ketua OSIS di kelas 2 SMP. Setelah itu, beliau melanjutkan pendidikan ke SMA Negeri 16, dan terpilih menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) ketika duduk di kelas 11. Kepemimpinan yang beliau tunjukkan sejak muda inilah yang kemudian membentuk karakter beliau dalam menjalani tugas di kepolisian.
Setelah menamatkan pendidikan di SMA, beliau diterima di Akademi Kepolisian (Akpol) dan mengabdikan dirinya sepenuh hati untuk menuntut ilmu dan membentuk kepribadian sebagai anggota kepolisian yang berintegritas. Saat ini, beliau sedang menyelesaikan tesis untuk meraih gelar Magister atau S2, menunjukkan bahwa beliau senantiasa berusaha meningkatkan ilmu dan kemampuan agar dapat memberikan yang terbaik bagi institusi dan masyarakat.
Ayah saya adalah sosok yang inspiratif, tidak hanya bagi keluarga kami tetapi juga bagi banyak orang di sekitarnya. Beliau adalah teladan dalam hal dedikasi, kerja keras, dan komitmen untuk memberikan yang terbaik. Saya merasa sangat beruntung memiliki beliau sebagai panutan, karena beliau mengajarkan saya nilai-nilai penting seperti kejujuran, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama. Beliau juga selalu mengingatkan saya untuk tidak pernah menyerah dalam mencapai cita-cita, walaupun tantangan yang dihadapi mungkin besar.
Semoga cerita singkat ini bisa menginspirasi kita semua untuk terus berusaha menjadi pribadi yang lebih baik dan bermanfaat bagi masyarakat. Terima kasih atas perhatian yang diberikan. Saya mohon maaf jika ada kekurangan dalam penyampaian ini.
Wassalamualaikum WR WB.
Comments
Post a Comment